Apa itu NodeJS?

Apa itu Nodejs? Node.js adalah javascript runtime open source yang dibangun pada Chrome’s V8 JavaScript engine. Node.js mendukung event driven, non-blocking (asynchronous) I/O dan cross-platform runtime environment untuk membangun aplikasi server-side yang sangat skalable menggunakan JavaScript.

Node.js dapat digunakan untuk membangun berbagai jenis aplikasi seperti command line application, real-time chat application, REST API server etc. Namun, lebih diutamakan untuk membuat aplikasi web server, mirip dengan PHP, Java, atau ASP.NET.

Node.js ditulis dan dikenalkan oleh Ryan Dahl pada tahun 2009, kunjungi Wikipedia untuk melihat history Node.js.

Check versi Node.js

$ node -v

Official website Node.js: https://nodejs.org/
Node.js di Github: https://github.com/nodejs/node
Node.js community conference: http://nodeconf.com

NPM

Oke, selanjutnya apa itu npm?

npm adalah kependekan dari node package manager, yaitu packager yang akan kita gunakan untuk menginstall library yang kita butuhkan dalam membuat aplikasi dengan Node.js nantinya.

Check versi NPM

$ npm -v

Arsitektur Dasar Node.js

Node.js menggabungkan Google V8 JavaScript engine, single-threaded non-blocking event loop, dan low-level I/O API.

Contoh kode di bawah ini menggambarkan pola server HTTP dasar, menggunakan arrow function ES6 (anonymous Lambda functions dideklarasikan menggunakan operator panah, =>) untuk callback.

  1. const http = require('http')
  2.  
  3. const host = '127.0.0.1'
  4. const port = 3000
  5.  
  6. const server = http.createServer((req, res) => {
  7.     res.statusCode = 200
  8.     res.setHeader('Content-Type', 'text/plain')
  9.     res.end('Hallo Koder.id')
  10. })
  11.  
  12. server.listen(port, host, () => {
  13.     console.log('Koder.id')
  14.     console.log(`Server running at http://${host}:${port}/`)
  15. })

Pada awal kode diatas kita gunakan untuk memuat modul HTTP, menetapkan server host menjadi 127.0.0.1 dan server port menjadi 3000. Lalu, membuat server dan fungsi callback.

Pada kode diatas akan mengembalikan response yang sama ke setiap permintaan apa pun: statusCode 200 (sukses), jenis konten teks biasa, dan tanggapan teks “Hallo Koder.id”.

Pada console juga memunculkan pesan: Server running at http://127.0.0.1:3000/

Menjalankan aplikasi Node.js
Menjalankan aplikasi Node.js

Jika Koders membuka alamat url tersebut di browser akan menampilkan response seperti berikut:

Hasil aplikasi Node.js
Hasil aplikasi Node.js

Keuntungan menggunakan Node.js

  1. Node.js adalah framework open-source di bawah lisensi MIT. (Lisensi MIT adalah lisensi perangkat lunak bebas yang berasal dari Massachusetts Institute of Technology (MIT).)
  2. Menggunakan JavaScript untuk membangun seluruh aplikasi server side
  3. Framework ringan yang mencakup modul minimal. Modul lain dapat dimasukkan sesuai kebutuhan aplikasi.
  4. Asynchronous secara default. Jadi performanya lebih cepat daripada framework lainnya.
  5. Cross-platform framework yang berjalan di Windows, MAC atau Linux.

Penjelasan

Dari penjelasan diatas Koders sudah bisa memahami cara kerja dari Node.js dan bagaimana cara membuat server Node.js. Selanjutnya kita akan belajar lebih dalam lagi mengenai Node.js mulai dari layouting html, template engine dan tentunya menyimpan data ke database.

Author

Started coding from 3rd junior high school, 3+ years of experience in Software development using any programming language.

Pin It